Rabu, 30 Oktober 2019

Rangkuman Materi Pengantar Bisnis


1.      Bisnis adalah aktivitas menyediakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam rangka mencari keuntungan (profit).
Faktor yang mempengaruhi peningkatan bisnis :
·         Inflasi (Secara sederhana inflasi diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.)
·         Pengangguran (Pengangguran adalah istilah untuk angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, sedang menunggu proyek pekerjaan selanjutnya, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.)
·         Tabungan dan investasi (Investasi adalah segala macam usaha yang dilakukan seseorang untuk menambah nilai dari aset yang telah dimilikinya. Sedangkan tabungan lebih ke arah proses menyimpan sebagian hasil pendapatan yang disimpan atau disisihkan untuk kepentingan di masa mendatang.)
·         Pemerintah
·         Produktivitas (Produktivitas kerja adalah kemampuan karyawan dalam bekerja.)
Dari kelima faktor di atas, yang paling mendominasi dan sangat berpengaruh adalah inflasi dan pengangguran. Semakin mahalnya harga barang dan jasa di pasaran, akan mengakibatkan penurunan jumlah permintaan/pembelian sehingga jika terjadi penurunan permintaan/pembelian maka akan mengakibatkan penurunan penghasilan perusahaan yang berdampak pada terhambatnya pembayaran gaji/upah para pegawainya. Jika hal ini berlarut-larut, besar kemungkinan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu, lima faktor di atas harus berjalan beriringan dan seimbang.

Selain itu, yang dapat memengaruhi bisnis adalah stakeholder, seperti pemilik, kreditur, karyawan, pemasok, dan customers.
2.      Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Sistem perekonomian yaitu;
1.      Sistem Ekonomi Terbuka/Pasar Bebas
Sistem ekonomi dimana keputusan mengenai jenis produk dan jumlah yang dihasilkannya ditentukan oleh penjual dan pembeli.
Yang termasuk sistem pasar bebas yaitu:
Sistem perekonomian Kapitalisme : Sistem perekonomian yang berdasarkan pada kebebasan ekonomi dan persaingan (contoh: Amerika Serikat, Jerman, Inggris)
2.      Sistem Ekonomi Terencana
Sistem Ekonomi Terencana merupakan sistem dimana pemerintah mengkontrol sebagian besar faktor produksi dan regulasi pengalokasiannya.
Yang termasuk sistem ekonomi terencana yaitu :
1) Sistem Perekonomian Komunisme
Sistem ekonomi dimana semua sumberdaya produktif dimiliki dan dijalankan oleh pemerintah (Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos)
2) Sistem Perekonomian Sosialisme
Sistem ekonomi dimana pemerintah hanya memiliki dan menjalankan sumberdaya produksi utama/terpilih (Perancis, Swedia, Norwegia, Denmark.)
3.      Sistem Ekonomi Campuran yaitu sistem perekonomian yang menonjolkan sifat dari sistem ekonomi yang terbuka dan juga terencana. (Indonesia, India, Malaysia, Mesir.)
Sistem perekonomian suatu negara dapat mempengaruhi suatu bisnis karena Sistem ini merefleksikan kombinasi kebijakan dan pilihan yang diambil oleh sebuah negara dalam mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya di antara para warga negaranya. Cara pengalokasian sumber daya yang terbatas di antara berbagi negara dapat bervariasi. Sistem ekonomi yang terdapat di berbagai negara ini secara tidak langsung  juga berimbas kepada berbagai sektor perusahaan dalam negara tersebut. Kelangsungan perusahaan yang berlevel lokal pun akan merasakan dampaknya, baik yang positif maupun yang negatif.
3.      Dilema Etis : Sebuah situasi dimana perusahaan harus memilih salah satu etika dari 2 isu bisnis yang didukung oleh argumen yang valid.
Dilema etis terdiri dari konflik kepentingan, kejujuran dan integritas, mengungkapkan pelanggaran perusahaan, dan loyalitas versus kebenaran.
Contoh sederhananya adalah jika seseorang menemukan cincin berlian, ia harus memutuskan untuk mencari pemilik cincin atau mengambil cincin tersebut.
Para auditor, akuntan, dan pebisnis lainnya, menghadapi banyak dilema etika dalam karier bisnis mereka. Terlibat dengan klien yang mengancam akan mencari auditor baru jika tidak diberikan opini unqualified akan menimbulkan dilema etika jika opini unqualified tersebut ternyata tidak tepat untuk diberikan.
4.      Mengapa Perusahaan Harus Memperhatikan Etika Bisnis :
Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana hal tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.
1.      Meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis
2.      Berkurangnya potensi regulasi pemerintah yang dikeluarkan sebagai aktivitas kontrol
3.      Menyediakan pegangan untuk dapat diterima sebagai pedoman
4.      Menyediakan tanggungjawab atas prilaku yang tak ber-etika
5.      Etika adalah prinsip dan standar dari perilaku moral yang diterima oleh masyarakat sebagai perilaku yang benar atau salah.
Tanggung jawab sosial perusahaan adalah wujud kepedulian suatu usaha pada masyarakat dan lingkungan disekitar dimana usaha tersebut berada. Arti yang lebih luas dari istilah ini adalah tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan, dan kreditor.
Adapun tanggung jawab sosial perusahaan meliputi:
·         Tanggung jawab sosial terhadap konsumen. Tanggung jawab ini tidak hanya terbatas pada penyediaan barang atau jasa saja. Perusahaan bertanggung jawab atas produksi dan penjualan/distribusi pada pelanggan, dimana produk yang dihasilkan harus bisa membawa manfaat.
·         Tanggung jawab sosial pada karyawan. Perusahaan bertanggung jawab dalam memberikan rasa aman kepada karyawannya, memperlakukan karyawan dengan layak dan tidak membeda-bedakan, serta memberikan kesempatan yang sama pada karyawan untuk mengembangkan diri.
·         Tanggung jawab sosial kepada kreditor. Saat perusahaan memiliki masalah keuangan dan belum bisa menyelesaikan kewajibannya, perusahaan harus memberitahukan kepada kreditor.
·         Tanggung jawab sosial kepada pemegang saham. Perusahaan bertanggung jawab atas kepuasan pemegang saham. Perusahaan harus bisa meyakinkan pemegang saham, dimana manajer perusahaan memonitor seluruh keputusan bisnis dan meyakinkan bahwa keputusan yang diambil tersebut demi kepentingan pemegang saham.
·          Tanggung jawab sosial kepada lingkungan. Tanggung jawab ini berkaitan dengan menjaga kelestarian lingkungan, misal dengan mencegah adanya polusi disekitar tempat usaha. Perusahaan dapat melakukan pencegahan polusi dengan mendaur ulang plastik serta melakukan pembatasan jumlah karbondioksida sebagai akibat dari proses produksi.
·         Tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Hal yang sering dilakukan oleh perusahaan adalah dengan memberikan bantuan untuk sarana pendidikan/kesehatan, atau perbaikan/pengadaan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat sekitar.
Penerapan etika bisnis dan tanggung jawab sosial pada perusahaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memudahkan perusahaan dalam menjalankan visi dan misinya. Melalui etika bisnis dan tanggung jawab sosial akan membentuk citra positif perusahaan di mata masyarakat yang lebih luas.

6.      Kode etik adalah nilai dan prinsip yang digunakan perusahaan sebagai arah pengambilan keputusan.
Alasan Kode Etik dibuat Perusahaan:
·         Kode etik merupakan suatu cara untuk memperbaiki iklim organisasional sehingga individu-individu daoat berperilaku secara etis.
·         Kontrol etis diperlukan karena sistem legal dan pasar tidak cukup mampu mengarahkan perilaku organisasi untuk mempertimbangkan dampak moral dalam setiap keputusan bisnisnya.
·         Perusahan memerlukan kode etik untuk menentukan status bisnis sebagai sebuah profesi, dimana kode etik merupakan salah satu penandanya.
·         Kode etik dapat juga dipandang sebagai upaya menginstitusionalisasikan moral dan nilai-nilai pendiri perusahaan, sehingga kode etik tersebut menjadi bagian dari budaya perusahaan dan membantu sosialisasi individu baru dalam memasuki budaya tersebut.
Kode etik merupakan sebuah pesan untuk di jadikan sebagai pedoman dalam berperilaku, baik itu dalam pekerjaan maupun dalam bermasyarakat. Alasan inilah yang membuat kode etik sangat perlu dibuat untuk membatasi perilaku sehingga tidak keluar dari aturan alam melakukan suatu kegiatan, pekerjaan, atau profesi.
7.      Langkah Menerapkan Etika Bisnis :
1.      Membuat kode etik Kode etik (nilai dan prinsip yang digunakan perusahaan sebagai arah pengambilan keputusan.)
2.      Menunjuk petugas untuk penegakan etika
3.      Mendukung whistle-blowing (situasi dimana individu mengungkapkan masalah perilaku non-etis yang dilakukan perusahaan.)

8.      Perusahaan Melakukan Bisnis Internasionan dan Global :
·         Permintaan asing yang menarik
·         Kapitalisasi teknologi
·         Gunakan sumberdaya murah
·         Keanekaragaman secara internasional
Aktivitas Bisnis Internasional :
·         EKSPORT INSIDENTIL (INCIDENT at EXPORT) Suatu perusahaan yang dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan eksport insidentil. Terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang – barang dan kemudiannya mengirimkan ke negeri asing.
·         EKSPORT AKTIF (ACTIVE EXPORT) Tahap terdahulu dapat berkembang terus dan terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan transaksi tersebut makn lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis ditandai dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan internasional tersebut. Tahap aktif di perusahaan negeri sendiri mulai aktif melaksanakan manajemen atas transaksi. Tidak seperti tahap awal dimana pengusaha bertindak pasif.yang disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.
·         PENJUALAN LISENSI (LICENSING) Tahap berikutnya tahap penjualan lisensi adalah hanya merek atau lisensinya, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk pemakaian lisensi tersebut perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi kepada perusahaan asing tersebut.
·         FRANCHISING Tahap yang lebih aktif yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagang akan tetapi lengkap segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep – resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya serta bentuk pelayanannya. Yang disebut “Franchising”, atau franchise maka perusahaan yang menerima disebut “Franchisee”, perusahaan pemberi disebut “Franchisor”. Jenis usahanya misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya. 
·         PEMASARAN DI LUAR NEGERI Tahap bentuk Pemasaran di Luar Negeri, ini  akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) haruslah secara aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing (Home Country). Maka perusahaan akan mengetahui lebih pasti tentang perilaku konsumennya yang tidak lain dan tidak asing baginya karena mereka adalah orang – orang setempat atau penduduk setempat. Tahap ini sering disebut sebagai tahap “Pemasaran aktif” atau “Active Marketing”.
·         PRODUKSI DAN PEMASARAN DI LUAR NEGERI (Total International Business) Tahap yang terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis internasional yaitu “Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri”. Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing itu lengkap dengan segala modalnya, lalu melakukan proses produksi di negeri itu, dan menjual hasil produksinya di negeri penerima tersebut. Bentuk ini memiliki unsur positif bagi negara yang sedang berkembang karena negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut pada umumnya negara berkembang masih miskin dana untuk pembangunan bangsanya. Hal ini wajar karena tidak impor maka barang hasil industri dari negara asing itu akan menyaingi dan mematikan cabang industri didalam negeri sendiri.

9.      Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain.
Model Komunikasi yaitu :
1.      Verbal (lisan/Tulisan)
2.      Non Verbal (Gestur,Nada bicara, Ekspresi)
Ada 7 bagian dalam proses komunikasi:
·         Sender : Sumber Komunikasi
·         Encoding : konversi pesan kedalam sebuah bentuk simbolik
·         Message : maksud yang harus disampaikan
·         Channel : media untuk menyampaikan pesan
·         Decoding : penterjemahan pesan oleh penerima
·         Receiver: penerima pesan
·         Feedback : umpan balik dari penerima pd pengirim
Cara Memperbaiki Komunikasi Antar Budaya:
·         Belajar kebiasaan dan budaya
·         Buka pikiran dan hindari stereotipe
·         Hindari kesalahpahaman
·         Gaya beradaptasi
·         Pelajari cara menghormati
10.  Stereotipe adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan. Stereotipe merupakan jalan pintas pemikiran yang dilakukan secara intuitif oleh manusia untuk menyederhanakan hal-hal yang kompleks dan membantu dalam pengambilan keputusan secara cepat.
Stereotipe harus dihindari dalam komunikasi karena dapat berupa prasangka positif dan juga negatif, dan kadang-kadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif. Sebagian beranganggapan bahwa segala bentuk stereotipe adalah negatif. Stereotipe jarang sekali akurat, biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar, atau bahkan sepenuhnya dikarang-karang.
Contoh : Suku bangsa, etnis, dan ras merupakan entitas yang paling sering dilekati dengan stereotipe. Di Indonesia, etnis Batak dikenal sebagai suku yang keras dan berbicara dengan nada tinggi. Hal yang dianggap kontradiktif dengan etnis Jawa yang dipersepsikan sebagai suku yang halus dan lembut.
11.  Enterpreneurship adalah dorongan antusias untuk terus berinovasi dan dengan penuh semangat mengimplementasikan ide-ide yang bertujuan untuk keuntungan luar biasa.
Intrapreneurship adalah seseorang dalam perusahaan besar yang bertanggung jawab langsung untuk mengubah ide menjadi produk jadi yang menguntungkan melalui pengambilan risiko dan inovasi yang tegas. Intrapreneurship adalah proses di mana individu mengejar peluang bisnis baru (atau dengan mendirikan intrapris) dari dalam perusahaan yang ada, dengan sumber daya perusahaan itu
Technopreneurship adalah sebuah konsep kewirausahaan dengan menggunakan teknologi sebagai kunci utama dalam mengolah produk dan layananya.


12.  Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
Manajer adalah seorang anggota organisasi yang bertugas mengarahkan, memadukan, mengawasi dan mengkoordinasikan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh anggota organisasi yang lain.

13.  Pemimpin yang efektif adalah yang tidak hanya bekerja sendiri tanpa melibatkan siapapun. Melainkan mampu memanfaatkan berbagai potensi yang mengelilinginya. Kepemimpinan efektif bukan sekedar pusat kedudukan atau kekuatan akan tetapi merupakan interaksi aktif antar komponen yang efektif
Karakteristik Para Pemimpin Bisnis Yang Efektif :
·         Pengetahuan yang relevan tentang produk, teknologi, pasar dan orang-orang
·         pikiran yang tajam, kemampuan analitis, kapasitas untuk berpikir secara strategis dan multi-dimensi serta penilaian bisnis yang sehat
·         Rekam jejak yang mengesankan
·         Hubungan yang baik dengan pemain kunci di dalam dan di luar perusahaan
·         Keterampilan dan integritas interpersonal yang baik
·         Banyak energi
·         Sangat termotivasi untuk memimpin dan percaya diri
14.  Mitos tentang enterpreneurship :
1.      Mitos Pengambilan Risiko: Kebanyakan wirausahawan sukses mengambil risiko liar, yang tidak dihitung dalam memulai sebuah perusahaan.
2.      Mitos Penemuan Teknologi Tinggi: Sebagian besar pengusaha sukses memulai perusahaan mereka dengan penemuan terobosan (biasanya bersifat teknologi).
3.      Mitos Pakar: Sebagian besar pengusaha sukses memiliki rekam jejak yang kuat dan pengalaman bertahun-tahun di industri mereka.
4.      Mitos Visi Strategis: Sebagian besar pengusaha sukses memiliki rencana bisnis yang dipertimbangkan dengan baik dan telah meneliti dan mengembangkan ide-ide mereka sebelum mengambil tindakan.
5.      Mitos Modal Ventura: Sebagian besar pengusaha sukses memulai perusahaan mereka dengan jutaan modal usaha untuk mengembangkan ide mereka, membeli persediaan dan mempekerjakan karyawan.
15.   
16.   
17.  Karakteristik Enterpreneur :
1.      Suka Bersaing
Menjadi seorang wirausahawan berarti siap memiliki persaingan dan menjadi pesaing. Persaingan dalam dunia usaha jangan dilihat sebagai hal yang negatif. Anggap ini sebagai motivasi untuk membuat terobosan yang lebih baik lagi.
Contoh: Air minum Aqua yang mampu bersaing dengan brand air kemasan lain selama bertahun-tahun.
2.      Bersikap positif
Selalu bersikap positif merupakan salah satu karakteristik seorang wirausahawan. Memiliki sikap positif berarti senantiasa berpikir baik dan mampu mengubah setiap hambatan menjadi peluang.
Contoh: Kolonel Sanders, pencipta resep Kentucky Fried Chicken (KFC)
3.      Mampu menentukan resiko dan berani mengambil resiko
Setiap wirausahawan harus siap menghadapi segala risiko. Hidup pasti berputar seperti roda, ada kalanya kita di atas, ada kalanya kita berada di bawah. Begitu pula dengan menjadi pengusaha. Meskipun begitu, bukan berarti kita harus menyerah kalah. Sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi segala risiko, persiapkan juga perencanaan untuk mengambil langkah selanjutnya agar kejadian yang pernah dialami tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
Contoh: Michael Dell, pendiri perusahaan komputer Dell yang berhasil mengatasi risiko penjualan produk dengan teknik direct marketing dan berhasil menjadi pengusaha sukses saat berumur 34 tahun.
4.      Mandiri dan percaya diri
memiliki sikap percaya diri merupakan karakteristik yang harus dimiliki seorang wirausahawan. Sikap ini dapat membantu seseorang mengambil keputusan dan menentukan setiap inovasi yang diambil demi memajukan usahanya.
Contoh: Soichiro Honda, pendiri Honda ini mampu bangkit membangun bisnisnya yang sempat hancur karena Perang Dunia Ke-2.
5.      Kreatif dan memiliki impian serta tujuan
Pengusaha yang kreatif akan mampu melihat setiap peluang yang ada dan menjadikan peluang tersebut sebagai kesempatan untuk berinovasi dan menciptakan peluang baru.
Contoh: George Eastment, pendiri Kodak yang membuat brand dengan nama unik dan mudah diingat.
6.      Termotivasi oleh keinginan kuat untuk mencapai kesuksesan
Wirausahawan yang berkarakter pasti memiliki target dan tujuan yang pasti. Mereka juga akan senantiasa melakukan inovasi untuk mencapai target yang diizinkan. Jika gagal, daripada menyerah, pengusaha jenis ini akan membuatgoals baru untuk memperbaiki kegagalan di masa lampau.
Contoh: Larry Page dan Sergey Brin, penemu situs Google yang senantiasa berinovasi mengembangkan situsnya sehingga menjadi situs pencari terbaik di dunia.

20.  Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam merumuskan strategi adalah:
·         Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang telah dibuat.
·         Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh suatu organisasi dalam menjalankan misinya.
·         Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
·         Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
·         Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Jumat, 01 Juni 2018

Tabel Organisasi Pergerakan Nasional Sejarah Indonesia




Organisasi Pergerakan Nasional
No.
Nama Organisasi
Tokoh Pendiri
Tahun Berdiri
Tujuan
Srategi
1.       
Budi Utomo
Soetomo dan para mahasiswa STOVIA
20 Mei 1908
·         Memajukan pengajaran, pertanian, perdagangan, perternakan, teknik dan industri.
·         Menghidupkan kembali kebudayaan.

Bersifat Koorperatif
2.       
Sarekat Islam (SI)
H. Samanhudi
1911
·         Memajukan perdagangan.
·         Membantu para anggotanya yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha.
·         Memajukan kepentingan rohani dan jasmani penduduk asli.

Bersifa Koorperatif
3.       
Indische Partij (IP)
Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, Dr. Cipto Mangunkusumo
25 Desember 1912
·         Memajukan tanah air Hindia.
·         Membangun Patriotisme.’
·         Mengajarkan kerjasama atas dasar ketatanegaraan.
Kooperatif
4.       
Perhimpunan Indonesia
(Dulu Indische Veereniging, lalu berganti menjadi Indonesische Veereniging hingga akhirnya berganti menjadi perhimpunan Indonesia)
Sultan Kasayangan, R.M. Noto Suroto
1908 berganti nama pada tahun 1922
dan kembali berganti pada tahun 1925
·          mengurus kepentingan bersama orang-orang Indonesia di perantauan
Indonesia Merdeka yang akan dicapai melalui aksi bersama dan serentak oleh masyarakat Indonesia.
Non koorperatif
5.       
PKI
H.J.F.M Sneevliet
23 Mei 1920
·         Menciptakan negara komunis
Non koorperatif
6.       
Taman Siswa
Ki Hajar Dewantara
3 Juli 1922
·         Mendidik angkatan muda dengan jiw kebangsaan Indonesia berdasarkan akar budaya bangsa.
Koorperatif
7.       
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Ir. Soekarno, Mr. Sartono, Mr. Iskaq Cokroadisuryo
4 Juli 1927
·         Mencapai Indonesia merdeka
Non Koorperatif
8.       
Partai Indonesia (Partindo)
Sartono
tahun 1929
·          Mencapai Indonesia merdeka
Nonkoorperatif
9.       
Pendidikan Nasional Indonesia Baru (PNI Baru)
Mohammad Hatta dan Sutan Syahir
Desember 1931
·         Mencapai Indonesia Merdeka
Non koorperatif
10.   
Fraksi Nasional
Muh. Husni Thamrin
27 Januari 1930
·         Menjamin tercapainya kemerdekaan nasional dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Koorperatif
11.   
Persatuan Bangsa Indonesia (PBI)
Dr. Sutomo
November 1930
·         Memperbaiki kesejahteraan rakyat.
Non koorperatif
12.   
Partai Indonesia Raya (Parindra)
Dr. Sutomo
26 Desember 1935
·         Mencapai Indonesia Merdeka.
Non koorperatif
13.   
Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Mr. Sartono,  Mr. Amir Syarifudin, dan Moh. Yamin
24 Mei 1937
·          mencapai Indonesia Merdeka,
·          memperkokoh ekonomi Indonesia,
·          mengangkat kesejahteraan kaum buruh, dan
memberi bantuan bagi kaum pengangguran.
Bersifat Koorperatif
14.   
Gabungan Politik Indonesia (Gapi)
Sutardjo Kartohadikusumo, Moh. Husni Thamrin
31 Mei 1937
·          menuntut pemerintah Belanda agar Indonesia mempunyai parlemen sendiri, sehingga Gapi mempunyai semboyan Indonesia Berparlemen
Non Koorperatif
15.   
Muhammadiyah
K.H. Ahmad Dahlan
Yogyakarta, 18 November 1912
·         Memajukan pendidikan dan pengajaran berdasarkan agama islam.
·         Mengembangkan pengetahuan ilmu agama dan cara-cara hidup menurut agama islam.

Bersifat Koorperatif
16.   
Nahdlatul Ulama (NU)
K.H. Wahid Hasyim dan K.H. Masykur
Surabaya, 31 Desember 1926
·         Menegakan syariat agama islam yang menganut haluan Ahlul Sunah Wal jama’ah.
·         Melaksanakan berlakunya hukum islam di dalam masyarakat.
Koorperatif
17.   
Perkumpulan Katolik
J. Kasimo
1925 (PPKD)
1938 (PPKI)
·         Untuk memajukan Indonesia
Non Koorperatif
18.   
Perkumpulan Kristen
R.M. Notosutaro, Mr. Amir Syarifudin, Mr. Sawiji, F. Laoh
1929 (PKC)
1930 (PKMI)
·         Mempersatukan  seluruh umat kristen indonesia untuk ikut berjuang meraih kemerdekaan.
Koorperatif
19.   
Tri Koro Dharmo
dr. Satiman Wirjosandjojo, Kadarman, dan Sunardi
7 Maret 1915
·          Ingin menghidupkan persatuan dan kesatuan, di antara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok.
Kerja sama dengan semua organisasi pemuda guna membentuk ke-Indonesiaan. Keanggotannya terbatas pada para pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali dan Lombok
Koorperasi
20.   
Jong Sumantranen Bond

9 Desember 1917 di Jakarta
·          Mempererat hubungan antara murid-murid yang berasal dari sumatra, mendidik pemuda sumatra untuk menjadi pemimpin bangsa serta mempelajari dan mengembangkan budaya sumatra.

Non Koorperatif
21.   
Jong Islamienten Bond

1 Januari 1925
·          Untuk mengadakan kursus-kursus agama islam bagi pelajar islam dan meningkatkan rasa persaudaraan antara para pemuda terpelajar islam di berbagai daerah di Nusantara.
Koorperatif
22.   
Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI)
Pelajar Jakarta dan Bandung (Abdullah Sigit, Sugondo, Suwiryo, Sumitro Reksodipuro, Muh. Yamin, AK Gani, Muh. Tamzil, Sunarko, Sumanang,  dan Amir Syarifudin)
September 1926
·         Memperjuangkan Indonesia Merdeka.

23.   
Pemuda Indonesia
Para pemuda Bandung
Bandung, 20 Februari 1927
·         Memperluas dan mempererat ide kesatuan nasional Indonesia.
Bersifat nasional
24.   
Perkumpulan Pasundan
Otto Subrata, Otto Iskandardinata, Atik Suardi, R. Kosasih, R. Otto Kusuma Subrata, Dewi Sartika.
1914
·          Mengakui merah putih sebagai bendera nasional.
·          Mengakui indonesia raya sebagai bendera kabangsaan.
Koorperatif
25.   
Sarekat Sumatera
M. Zain dan Muh. Yamin
1918 di Jakarta
·          Mencapai kemerdekaan dan pemerintahan yang demokratis.
Non koorperatif
26.   
Sarekat Ambon
Mr. Latuharhary
1927 di Surabaya
·         Memajukan kepentingan umum suku ambon di daerah lain dan daerah Ambon.
Koorperatif
27.   
Persatuan Minahasa
Dr. Tumbeleka dan Dr. Sam Ratulangie
16 Agustus 1927 di Jakarta
·         Indonesia Merdeka
Bersifat Kooperatif
28.   
Perserikatan Sebelas

1930 (serikat sebelas)
1933 (Partai Serikat Sebelas)
·          Indonesia merdeka dan masuk dalam PPPKI

29.   
Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda I :
Muhammad Tabrani
Kongres Pemuda II:
Sugondo Joyopuspito
Kongres pemuda I:
(30 April- 2 Mei 1926)
Kongres Pemuda II:
(28 Oktober 1928)
·         Kongres I :
Memajukan paham persatuan dan kebangsaan.
·         Kongres II:
Indonesia Merdeka
Non Koorperatif