Jumat, 01 Juni 2018

Tabel Organisasi Pergerakan Nasional Sejarah Indonesia




Organisasi Pergerakan Nasional
No.
Nama Organisasi
Tokoh Pendiri
Tahun Berdiri
Tujuan
Srategi
1.       
Budi Utomo
Soetomo dan para mahasiswa STOVIA
20 Mei 1908
·         Memajukan pengajaran, pertanian, perdagangan, perternakan, teknik dan industri.
·         Menghidupkan kembali kebudayaan.

Bersifat Koorperatif
2.       
Sarekat Islam (SI)
H. Samanhudi
1911
·         Memajukan perdagangan.
·         Membantu para anggotanya yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha.
·         Memajukan kepentingan rohani dan jasmani penduduk asli.

Bersifa Koorperatif
3.       
Indische Partij (IP)
Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, Dr. Cipto Mangunkusumo
25 Desember 1912
·         Memajukan tanah air Hindia.
·         Membangun Patriotisme.’
·         Mengajarkan kerjasama atas dasar ketatanegaraan.
Kooperatif
4.       
Perhimpunan Indonesia
(Dulu Indische Veereniging, lalu berganti menjadi Indonesische Veereniging hingga akhirnya berganti menjadi perhimpunan Indonesia)
Sultan Kasayangan, R.M. Noto Suroto
1908 berganti nama pada tahun 1922
dan kembali berganti pada tahun 1925
·          mengurus kepentingan bersama orang-orang Indonesia di perantauan
Indonesia Merdeka yang akan dicapai melalui aksi bersama dan serentak oleh masyarakat Indonesia.
Non koorperatif
5.       
PKI
H.J.F.M Sneevliet
23 Mei 1920
·         Menciptakan negara komunis
Non koorperatif
6.       
Taman Siswa
Ki Hajar Dewantara
3 Juli 1922
·         Mendidik angkatan muda dengan jiw kebangsaan Indonesia berdasarkan akar budaya bangsa.
Koorperatif
7.       
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Ir. Soekarno, Mr. Sartono, Mr. Iskaq Cokroadisuryo
4 Juli 1927
·         Mencapai Indonesia merdeka
Non Koorperatif
8.       
Partai Indonesia (Partindo)
Sartono
tahun 1929
·          Mencapai Indonesia merdeka
Nonkoorperatif
9.       
Pendidikan Nasional Indonesia Baru (PNI Baru)
Mohammad Hatta dan Sutan Syahir
Desember 1931
·         Mencapai Indonesia Merdeka
Non koorperatif
10.   
Fraksi Nasional
Muh. Husni Thamrin
27 Januari 1930
·         Menjamin tercapainya kemerdekaan nasional dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Koorperatif
11.   
Persatuan Bangsa Indonesia (PBI)
Dr. Sutomo
November 1930
·         Memperbaiki kesejahteraan rakyat.
Non koorperatif
12.   
Partai Indonesia Raya (Parindra)
Dr. Sutomo
26 Desember 1935
·         Mencapai Indonesia Merdeka.
Non koorperatif
13.   
Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Mr. Sartono,  Mr. Amir Syarifudin, dan Moh. Yamin
24 Mei 1937
·          mencapai Indonesia Merdeka,
·          memperkokoh ekonomi Indonesia,
·          mengangkat kesejahteraan kaum buruh, dan
memberi bantuan bagi kaum pengangguran.
Bersifat Koorperatif
14.   
Gabungan Politik Indonesia (Gapi)
Sutardjo Kartohadikusumo, Moh. Husni Thamrin
31 Mei 1937
·          menuntut pemerintah Belanda agar Indonesia mempunyai parlemen sendiri, sehingga Gapi mempunyai semboyan Indonesia Berparlemen
Non Koorperatif
15.   
Muhammadiyah
K.H. Ahmad Dahlan
Yogyakarta, 18 November 1912
·         Memajukan pendidikan dan pengajaran berdasarkan agama islam.
·         Mengembangkan pengetahuan ilmu agama dan cara-cara hidup menurut agama islam.

Bersifat Koorperatif
16.   
Nahdlatul Ulama (NU)
K.H. Wahid Hasyim dan K.H. Masykur
Surabaya, 31 Desember 1926
·         Menegakan syariat agama islam yang menganut haluan Ahlul Sunah Wal jama’ah.
·         Melaksanakan berlakunya hukum islam di dalam masyarakat.
Koorperatif
17.   
Perkumpulan Katolik
J. Kasimo
1925 (PPKD)
1938 (PPKI)
·         Untuk memajukan Indonesia
Non Koorperatif
18.   
Perkumpulan Kristen
R.M. Notosutaro, Mr. Amir Syarifudin, Mr. Sawiji, F. Laoh
1929 (PKC)
1930 (PKMI)
·         Mempersatukan  seluruh umat kristen indonesia untuk ikut berjuang meraih kemerdekaan.
Koorperatif
19.   
Tri Koro Dharmo
dr. Satiman Wirjosandjojo, Kadarman, dan Sunardi
7 Maret 1915
·          Ingin menghidupkan persatuan dan kesatuan, di antara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok.
Kerja sama dengan semua organisasi pemuda guna membentuk ke-Indonesiaan. Keanggotannya terbatas pada para pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali dan Lombok
Koorperasi
20.   
Jong Sumantranen Bond

9 Desember 1917 di Jakarta
·          Mempererat hubungan antara murid-murid yang berasal dari sumatra, mendidik pemuda sumatra untuk menjadi pemimpin bangsa serta mempelajari dan mengembangkan budaya sumatra.

Non Koorperatif
21.   
Jong Islamienten Bond

1 Januari 1925
·          Untuk mengadakan kursus-kursus agama islam bagi pelajar islam dan meningkatkan rasa persaudaraan antara para pemuda terpelajar islam di berbagai daerah di Nusantara.
Koorperatif
22.   
Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI)
Pelajar Jakarta dan Bandung (Abdullah Sigit, Sugondo, Suwiryo, Sumitro Reksodipuro, Muh. Yamin, AK Gani, Muh. Tamzil, Sunarko, Sumanang,  dan Amir Syarifudin)
September 1926
·         Memperjuangkan Indonesia Merdeka.

23.   
Pemuda Indonesia
Para pemuda Bandung
Bandung, 20 Februari 1927
·         Memperluas dan mempererat ide kesatuan nasional Indonesia.
Bersifat nasional
24.   
Perkumpulan Pasundan
Otto Subrata, Otto Iskandardinata, Atik Suardi, R. Kosasih, R. Otto Kusuma Subrata, Dewi Sartika.
1914
·          Mengakui merah putih sebagai bendera nasional.
·          Mengakui indonesia raya sebagai bendera kabangsaan.
Koorperatif
25.   
Sarekat Sumatera
M. Zain dan Muh. Yamin
1918 di Jakarta
·          Mencapai kemerdekaan dan pemerintahan yang demokratis.
Non koorperatif
26.   
Sarekat Ambon
Mr. Latuharhary
1927 di Surabaya
·         Memajukan kepentingan umum suku ambon di daerah lain dan daerah Ambon.
Koorperatif
27.   
Persatuan Minahasa
Dr. Tumbeleka dan Dr. Sam Ratulangie
16 Agustus 1927 di Jakarta
·         Indonesia Merdeka
Bersifat Kooperatif
28.   
Perserikatan Sebelas

1930 (serikat sebelas)
1933 (Partai Serikat Sebelas)
·          Indonesia merdeka dan masuk dalam PPPKI

29.   
Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda I :
Muhammad Tabrani
Kongres Pemuda II:
Sugondo Joyopuspito
Kongres pemuda I:
(30 April- 2 Mei 1926)
Kongres Pemuda II:
(28 Oktober 1928)
·         Kongres I :
Memajukan paham persatuan dan kebangsaan.
·         Kongres II:
Indonesia Merdeka
Non Koorperatif

0 komentar:

Posting Komentar