BUDIDAYA IKAN KOI
Ikan koi
merupakan jenis ikan mas atau karper, nama ilmiahnya Cyprinus caprio. Ikan ini
dihasilkan dari perkawinan silang dari berbagai macam ikan mas. Budidaya
ikan koi cukup mudah dilakukan.
Tahapan-tahapannya hampir sama dengan budidaya
ikan mas. Hanya saja yang
menjadi krusial adalah ketersediaan bibit yang berkualitas.
- Memilih Indukan Untuk
Budidaya Ikan Koi
Memilih indukan memegang peranan penting dalam budidaya ikan koi. Indukan yang bagus secara genetis akan menghasilkan keturunan yang bagus.
Indukan ikan koi harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
·
Umur ikan
sudah cukup matang, lebih
dari 2 tahun.
·
Memiliki
jenis yang sama atau
mendekati.
·
Warna cemerlang dan kontras
·
Sehat, gerakannya gesit tidak banyak diam di dasar
kolam
·
Bentuk tubuh ideal, dari atas tampak seperti
torpedo.
- Pemeliharaan Indukan Ikan
Koi
Sebaiknya calon indukan ikan koi dipelihara dalam kolam khusus. Kedalaman kolam setidaknya 150 cm, lebih dalam lebih baik. Indukan betina dan jantan dipelihara dikolam yang berbeda, manfaatnya agar saat dipijahkan indukan tidak perlu mengalami pemberokan lagi. Secara umum pemeliharaan kolam indukan sama saja dengan pemeliharaan kolam pembesaran.
Pakan yang diberikan berupa pelet berukuran 8 mm, asumsinya ikan koi yang berumur lebih dari 2 tahun sudah berukuran minimal 60 cm. Jumlah pakan yang diberikan sekitar 3-5% dari bobot tubuhnya dalam satu hari. Frekuensi pemberian pakan 2-4 kali.
- Pemijahan Ikan Koi
Ø Tempat
Pemijahan
Sebaiknya kolam pemijahan terbuat dari semen dan permukaannya diplester. Hal ini untuk menjaga agar sisik ikan tidak rusak bila terjadi gesekan saat proses pemijahan. Kolam harus memiliki saluran masuk dan keluar. Pada kedua saluran tersebut harus dipasang saringan halus, Tujuannya agar tidak ada hama penganggu yang masuk ke kolam dan telur atau larva hasil pemijahan tidak hanyut ke luar kolam. Sebelum di isi air, kolam harus dijemur dan dikeringkan terlebih dahulu. Gunanya untuk memutus siklus bibit penyakit yang mungkin ada dalam kolam. Air yang dipergunakan untuk mengisi kolam hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam. koi menempelkan telurnya pada media yang ada dalam kolam. Oleh karena itu, sediakan kakaban yang terbuat dari ijuk atau bisa memanfaatkan tumbuhan air. Untuk memperkaya kadar oksigen pasang aerotor pada kolam pemijahan.
Sebaiknya kolam pemijahan terbuat dari semen dan permukaannya diplester. Hal ini untuk menjaga agar sisik ikan tidak rusak bila terjadi gesekan saat proses pemijahan. Kolam harus memiliki saluran masuk dan keluar. Pada kedua saluran tersebut harus dipasang saringan halus, Tujuannya agar tidak ada hama penganggu yang masuk ke kolam dan telur atau larva hasil pemijahan tidak hanyut ke luar kolam. Sebelum di isi air, kolam harus dijemur dan dikeringkan terlebih dahulu. Gunanya untuk memutus siklus bibit penyakit yang mungkin ada dalam kolam. Air yang dipergunakan untuk mengisi kolam hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam. koi menempelkan telurnya pada media yang ada dalam kolam. Oleh karena itu, sediakan kakaban yang terbuat dari ijuk atau bisa memanfaatkan tumbuhan air. Untuk memperkaya kadar oksigen pasang aerotor pada kolam pemijahan.
Ø Proses
pemijahan
Setelah kolam pemijahan siap, masukkan indukan ikan koi betina terlebih dahulu. Setelah 2 hingga 3 jam, indukan jantan bisa dilepaskan di kolam pemijahan. Jumlah indukan jantan yang dimasukkan 3 hingga 5 ekor. Hal ini untuk menghindari kegagalan dalam pemijahan dan semua telur yang dikeluarkan indukan betina bisa terbuahi. Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat indukan-indukan tersebut dari kolam pemijahan. Biarkan telur-telur yang ada di kolam untuk menetas.
Setelah kolam pemijahan siap, masukkan indukan ikan koi betina terlebih dahulu. Setelah 2 hingga 3 jam, indukan jantan bisa dilepaskan di kolam pemijahan. Jumlah indukan jantan yang dimasukkan 3 hingga 5 ekor. Hal ini untuk menghindari kegagalan dalam pemijahan dan semua telur yang dikeluarkan indukan betina bisa terbuahi. Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat indukan-indukan tersebut dari kolam pemijahan. Biarkan telur-telur yang ada di kolam untuk menetas.
Ø Penetasan
Larva
Telur-telur yang menempel pada kakaban atau tanaman air harus terendam dalam air. Oleh karena itu berikan pemberat pada kakaban. Pada keadaan normal, suhu sekitar 27-30 derajat celcius, telur akan menetas dalam waktu 48 jam. Jika suhu air terlampau dingin penetasan akan lebih lama. Bila terlampau panas telur bisa membusuk. Setelah telur menetas kakaban atau tanaman air bisa diangkat. Larva yang baru menetas masih menyimpan persedian makanan yang bisa bertahan hingga 3-5 hari. Apabila persediaan makanan sudah habis burayak ikan koi mulai membutuhkan pakan. Pakan yang bisa diberikan pada burayak umur 5 hari adalah kuning telur yang telah direbus. Kemudian kuning telur tersebut dilumatkan dan dicampur dengan air. Perhatikan pemberian pakan jangan sampai berlebihan dan mengotori air kolam. Bila ada sisa pakan segera dibersihkan. Beberapa penangkar tidak menganjurkan pemberian pakan kuning telur karena mudah membuat kolam kotor dan menyebabkan kematian massal. Sebenarnya yang paling diinginkan burayak adalah pakan hidup. Oleh karena itu bisa diberikan kutu air (daphnia dan moina ) yang telah disaring. Penyaringan kutu dilakukan hingga burayak berukuran 1 cm. Bila sudah lebih besar bisa diberikan kutu yang tidak disaring atau udang artemia. Cacing sutera bisa diberikan bila ukuran burayak sudah mencapai 1,5 cm. Pemberian pakan tersebut berlangsung hingga burayak berumur 3 minggu. Setelah itu, ikan dipindahkan ke kolam pendederan.
Telur-telur yang menempel pada kakaban atau tanaman air harus terendam dalam air. Oleh karena itu berikan pemberat pada kakaban. Pada keadaan normal, suhu sekitar 27-30 derajat celcius, telur akan menetas dalam waktu 48 jam. Jika suhu air terlampau dingin penetasan akan lebih lama. Bila terlampau panas telur bisa membusuk. Setelah telur menetas kakaban atau tanaman air bisa diangkat. Larva yang baru menetas masih menyimpan persedian makanan yang bisa bertahan hingga 3-5 hari. Apabila persediaan makanan sudah habis burayak ikan koi mulai membutuhkan pakan. Pakan yang bisa diberikan pada burayak umur 5 hari adalah kuning telur yang telah direbus. Kemudian kuning telur tersebut dilumatkan dan dicampur dengan air. Perhatikan pemberian pakan jangan sampai berlebihan dan mengotori air kolam. Bila ada sisa pakan segera dibersihkan. Beberapa penangkar tidak menganjurkan pemberian pakan kuning telur karena mudah membuat kolam kotor dan menyebabkan kematian massal. Sebenarnya yang paling diinginkan burayak adalah pakan hidup. Oleh karena itu bisa diberikan kutu air (daphnia dan moina ) yang telah disaring. Penyaringan kutu dilakukan hingga burayak berukuran 1 cm. Bila sudah lebih besar bisa diberikan kutu yang tidak disaring atau udang artemia. Cacing sutera bisa diberikan bila ukuran burayak sudah mencapai 1,5 cm. Pemberian pakan tersebut berlangsung hingga burayak berumur 3 minggu. Setelah itu, ikan dipindahkan ke kolam pendederan.
Ø Pendederan
Kolam pendederan adalah kolam untuk memelihara
ikan koi hingga berumur 3
bulan. Pada umur ini biasanya ukuran ikan koi
telah mencapai 15 cm. Ukuran kolam 3×4 dengan kedalaman 40 cm bisa menampung
250-300 ekor anak ikan koi.
Pada fase ini, pelet sudah bisa diberikan sebagai
pakan ikan. Berikan pelet berukuran kecil berukuran 250 mikron. Satu ons pelet cukup
untuk 1000 ekor ikan koi. Pemeberian pakan dilakukan 2 kali sehari. Untuk membentuk
warna berikan sesekali cacing
sutera atau udang artemia. Setelah
anak ikan berumur 3 bulan, bisa
diberikan pelet kasar sesuai takaran. Berikan
pelet hingga ikan kenyang. Bila
dalam tempo 5 menit pakan tidak dimakan dan
tersisa di kolam berarti ikan sudah kenyang. Pemberian pelet dilakukan 2-3 kali
sehari.
Penyortiran
ini berguna untuk menentukan
tingkat harga. Ikan koi yang berkualitas tentunya
dihargai lebih tinggi. Penyortiran dalam budidaya ikan koi sudah bisa dilakukan
sejak ikan berumur 1 bulan. Pada umur tersbeut ikan cukup kuat untuk dipindah-pindahkan.
Atau kalau ingin lebih
aman, lakukan setelah ikan berumur 3 bulan. Faktor-faktor
penyortiran didasarkan pada
ukuran badan, bentuk dan kualitas warna. Ikan
koi digolongkan berdasarkan
ukurannya, kecil dengan yang kecil dan ukuran
besar dengan yang besar.
Sedangkan bentuk badan dipilah dari bentuk
yang tidak bagus. Bentuk badan
yang bagus harus proporsional. Badannya membulat
seperti peluru tidak terlalu
panjang. Siripnya simetris dan gerakannya tenang
tapi mantap.
Pemilahan juga dilakuan terhadap ikan yang
warnanya cerah dan memiliki garis batas yang tegas. Koi yang baik memiliki batas
warna yang kontras. Tidak ada
gradasi warna pada batas-batasnya. Untuk seleksi
lebih lanjut terdapat standar
internasional kualitas ikan koi berdasarkan jenisnya.






0 komentar:
Posting Komentar