1.
Bisnis
adalah aktivitas menyediakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen
dalam rangka mencari keuntungan (profit).
Faktor yang mempengaruhi peningkatan bisnis :
·
Inflasi (Secara sederhana inflasi
diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka
waktu tertentu.)
·
Pengangguran (Pengangguran adalah istilah
untuk angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja,
sedang menunggu proyek pekerjaan selanjutnya, atau seseorang yang sedang
berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.)
·
Tabungan dan
investasi (Investasi adalah segala macam
usaha yang dilakukan seseorang untuk menambah nilai dari aset yang telah
dimilikinya. Sedangkan tabungan lebih ke arah proses menyimpan sebagian hasil
pendapatan yang disimpan atau disisihkan untuk kepentingan di masa mendatang.)
·
Pemerintah
·
Produktivitas (Produktivitas kerja adalah
kemampuan karyawan dalam bekerja.)
Dari kelima faktor di atas, yang paling mendominasi dan
sangat berpengaruh adalah inflasi dan pengangguran. Semakin mahalnya harga
barang dan jasa di pasaran, akan mengakibatkan penurunan jumlah
permintaan/pembelian sehingga jika terjadi penurunan permintaan/pembelian maka
akan mengakibatkan penurunan penghasilan perusahaan yang berdampak pada
terhambatnya pembayaran gaji/upah para pegawainya. Jika hal ini berlarut-larut,
besar kemungkinan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu,
lima faktor di atas harus berjalan beriringan dan seimbang.
Selain itu, yang dapat memengaruhi bisnis adalah stakeholder,
seperti pemilik, kreditur, karyawan, pemasok, dan customers.
2.
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu
negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu
maupun organisasi di negara tersebut.
Sistem
perekonomian yaitu;
1.
Sistem Ekonomi Terbuka/Pasar Bebas
Sistem ekonomi dimana keputusan mengenai jenis
produk dan jumlah yang dihasilkannya ditentukan oleh penjual dan pembeli.
Yang termasuk sistem pasar bebas yaitu:
Sistem
perekonomian Kapitalisme : Sistem
perekonomian yang berdasarkan pada kebebasan ekonomi dan persaingan (contoh:
Amerika Serikat, Jerman, Inggris)
2.
Sistem Ekonomi Terencana
Sistem Ekonomi Terencana merupakan sistem
dimana pemerintah mengkontrol sebagian besar faktor produksi dan regulasi
pengalokasiannya.
Yang termasuk sistem ekonomi terencana yaitu :
1)
Sistem Perekonomian Komunisme
Sistem ekonomi dimana semua sumberdaya
produktif dimiliki dan dijalankan oleh pemerintah (Tiongkok, Vietnam, Korea
Utara, Kuba dan Laos)
2)
Sistem Perekonomian Sosialisme
Sistem ekonomi dimana pemerintah hanya
memiliki dan menjalankan sumberdaya produksi utama/terpilih (Perancis, Swedia,
Norwegia, Denmark.)
3.
Sistem Ekonomi Campuran yaitu sistem perekonomian yang menonjolkan
sifat dari sistem ekonomi yang terbuka dan juga terencana. (Indonesia, India,
Malaysia, Mesir.)
Sistem
perekonomian suatu negara dapat mempengaruhi suatu bisnis karena Sistem ini
merefleksikan kombinasi kebijakan dan pilihan yang diambil oleh sebuah negara
dalam mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya di antara para warga
negaranya. Cara pengalokasian sumber daya yang terbatas di antara berbagi
negara dapat bervariasi. Sistem ekonomi yang terdapat di berbagai negara ini
secara tidak langsung juga berimbas
kepada berbagai sektor perusahaan dalam negara tersebut. Kelangsungan
perusahaan yang berlevel lokal pun akan merasakan dampaknya, baik yang positif
maupun yang negatif.
3.
Dilema Etis
: Sebuah situasi
dimana perusahaan harus memilih salah satu etika dari 2 isu bisnis yang
didukung oleh argumen yang valid.
Dilema etis terdiri dari konflik kepentingan, kejujuran dan integritas, mengungkapkan
pelanggaran perusahaan, dan loyalitas versus kebenaran.
Contoh sederhananya
adalah jika seseorang menemukan cincin berlian, ia harus memutuskan untuk
mencari pemilik cincin atau mengambil cincin tersebut.
Para auditor, akuntan, dan pebisnis lainnya, menghadapi
banyak dilema etika dalam karier bisnis mereka. Terlibat dengan klien yang
mengancam akan mencari auditor baru jika tidak diberikan opini unqualified akan
menimbulkan dilema etika jika opini unqualified tersebut ternyata tidak tepat
untuk diberikan.
4.
Mengapa Perusahaan Harus Memperhatikan Etika
Bisnis :
Etika bisnis
merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana hal tersebut
dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika
mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan
masalah moral yang kompleks.
1.
Meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis
2.
Berkurangnya potensi regulasi pemerintah yang
dikeluarkan sebagai aktivitas kontrol
3.
Menyediakan pegangan untuk dapat diterima sebagai
pedoman
4.
Menyediakan tanggungjawab atas prilaku yang tak
ber-etika
5.
Etika adalah prinsip dan standar
dari perilaku moral yang diterima oleh masyarakat sebagai perilaku yang benar
atau salah.
Tanggung jawab sosial perusahaan adalah wujud kepedulian suatu usaha pada
masyarakat dan lingkungan disekitar dimana usaha tersebut berada. Arti yang
lebih luas dari istilah ini adalah tanggung jawab perusahaan terhadap
pelanggan, karyawan, dan kreditor.
Adapun
tanggung jawab sosial perusahaan meliputi:
·
Tanggung jawab sosial terhadap konsumen. Tanggung jawab ini tidak hanya terbatas pada
penyediaan barang atau jasa saja. Perusahaan bertanggung jawab atas produksi
dan penjualan/distribusi pada pelanggan, dimana produk yang dihasilkan harus
bisa membawa manfaat.
·
Tanggung jawab sosial pada karyawan. Perusahaan bertanggung jawab dalam memberikan
rasa aman kepada karyawannya, memperlakukan karyawan dengan layak dan tidak
membeda-bedakan, serta memberikan kesempatan yang sama pada karyawan untuk
mengembangkan diri.
·
Tanggung jawab sosial kepada kreditor. Saat perusahaan memiliki masalah keuangan
dan belum bisa menyelesaikan kewajibannya, perusahaan harus memberitahukan
kepada kreditor.
·
Tanggung jawab sosial kepada pemegang saham. Perusahaan bertanggung jawab atas kepuasan
pemegang saham. Perusahaan harus bisa meyakinkan pemegang saham, dimana manajer
perusahaan memonitor seluruh keputusan bisnis dan meyakinkan bahwa keputusan
yang diambil tersebut demi kepentingan pemegang saham.
·
Tanggung jawab sosial kepada lingkungan. Tanggung jawab ini berkaitan dengan menjaga
kelestarian lingkungan, misal dengan mencegah adanya polusi disekitar tempat
usaha. Perusahaan dapat melakukan pencegahan polusi dengan mendaur ulang
plastik serta melakukan pembatasan jumlah karbondioksida sebagai akibat dari
proses produksi.
·
Tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Hal yang sering dilakukan oleh perusahaan
adalah dengan memberikan bantuan untuk sarana pendidikan/kesehatan, atau
perbaikan/pengadaan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat sekitar.
Penerapan
etika bisnis dan tanggung jawab sosial pada perusahaan yang dilakukan dengan
sungguh-sungguh akan memudahkan perusahaan dalam menjalankan visi dan misinya.
Melalui etika bisnis dan tanggung jawab sosial akan membentuk citra positif
perusahaan di mata masyarakat yang lebih luas.
6.
Kode etik adalah nilai dan prinsip
yang digunakan perusahaan sebagai arah pengambilan keputusan.
Alasan Kode Etik dibuat Perusahaan:
·
Kode etik
merupakan suatu cara untuk memperbaiki iklim organisasional sehingga
individu-individu daoat berperilaku secara etis.
·
Kontrol etis
diperlukan karena sistem legal dan pasar tidak cukup mampu mengarahkan perilaku
organisasi untuk mempertimbangkan dampak moral dalam setiap keputusan
bisnisnya.
·
Perusahan
memerlukan kode etik untuk menentukan status bisnis sebagai sebuah profesi,
dimana kode etik merupakan salah satu penandanya.
·
Kode etik dapat
juga dipandang sebagai upaya menginstitusionalisasikan moral dan nilai-nilai
pendiri perusahaan, sehingga kode etik tersebut menjadi bagian dari budaya
perusahaan dan membantu sosialisasi individu baru dalam memasuki budaya
tersebut.
Kode etik merupakan sebuah pesan untuk
di jadikan sebagai pedoman dalam berperilaku, baik itu dalam pekerjaan maupun
dalam bermasyarakat. Alasan inilah yang membuat kode etik sangat perlu dibuat
untuk membatasi perilaku sehingga tidak keluar dari aturan alam melakukan suatu
kegiatan, pekerjaan, atau profesi.
7.
Langkah
Menerapkan Etika Bisnis :
1.
Membuat kode etik Kode etik (nilai dan prinsip yang digunakan perusahaan sebagai arah pengambilan
keputusan.)
2.
Menunjuk petugas untuk penegakan etika
3.
Mendukung whistle-blowing (situasi dimana individu
mengungkapkan masalah perilaku non-etis yang dilakukan perusahaan.)
8.
Perusahaan
Melakukan Bisnis Internasionan dan Global :
·
Permintaan asing yang menarik
·
Kapitalisasi teknologi
·
Gunakan sumberdaya murah
·
Keanekaragaman secara internasional
Aktivitas Bisnis Internasional :
·
EKSPORT INSIDENTIL (INCIDENT at EXPORT) Suatu perusahaan yang dimulai dari suatu
keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan eksport insidentil.
Terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia
membeli barang – barang dan kemudiannya mengirimkan ke negeri asing.
·
EKSPORT AKTIF (ACTIVE EXPORT) Tahap terdahulu dapat berkembang terus dan
terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan transaksi tersebut makn
lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis ditandai dengan
semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan internasional
tersebut. Tahap aktif di perusahaan negeri sendiri mulai aktif melaksanakan
manajemen atas transaksi. Tidak seperti tahap awal dimana pengusaha bertindak
pasif.yang disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.
·
PENJUALAN LISENSI (LICENSING) Tahap berikutnya tahap penjualan lisensi
adalah hanya merek atau lisensinya, sehingga negara penerima dapat melakukan
manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk
bahan baku serta peralatannya. Untuk pemakaian lisensi tersebut perusahaan dan
negara penerima harus membayar fee atas lisensi kepada perusahaan asing
tersebut.
·
FRANCHISING
Tahap yang lebih aktif yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya
lisensi atau merek dagang akan tetapi lengkap segala atributnya termasuk
peralatan, proses produksi, resep – resep campuran proses produksinya,
pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya serta
bentuk pelayanannya. Yang disebut “Franchising”, atau franchise maka perusahaan
yang menerima disebut “Franchisee”, perusahaan pemberi disebut “Franchisor”. Jenis
usahanya misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan
sebagainya.
·
PEMASARAN DI LUAR NEGERI Tahap bentuk Pemasaran di Luar Negeri,
ini akan memerlukan intensitas manajemen
serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country)
haruslah secara aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi
produknya itu di negeri asing (Home Country). Maka perusahaan akan mengetahui
lebih pasti tentang perilaku konsumennya yang tidak lain dan tidak asing
baginya karena mereka adalah orang – orang setempat atau penduduk setempat.
Tahap ini sering disebut sebagai tahap “Pemasaran aktif” atau “Active
Marketing”.
·
PRODUKSI DAN PEMASARAN DI LUAR NEGERI (Total
International Business) Tahap yang
terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis
internasional yaitu “Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri”. Dalam tahap ini
perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing itu lengkap
dengan segala modalnya, lalu melakukan proses produksi di negeri itu, dan
menjual hasil produksinya di negeri penerima tersebut. Bentuk ini memiliki
unsur positif bagi negara yang sedang berkembang karena negara penerima tidak
perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut
pada umumnya negara berkembang masih miskin dana untuk pembangunan bangsanya.
Hal ini wajar karena tidak impor maka barang hasil industri dari negara asing
itu akan menyaingi dan mematikan cabang industri didalam negeri sendiri.
9.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian
informasi dari satu pihak kepada pihak lain.
Model Komunikasi yaitu
:
1.
Verbal (lisan/Tulisan)
2.
Non Verbal
(Gestur,Nada bicara, Ekspresi)
Ada 7 bagian dalam proses komunikasi:
·
Sender
: Sumber Komunikasi
·
Encoding
: konversi pesan kedalam sebuah bentuk simbolik
·
Message
: maksud yang harus disampaikan
·
Channel :
media untuk menyampaikan pesan
·
Decoding
: penterjemahan pesan oleh penerima
·
Receiver:
penerima pesan
·
Feedback
: umpan balik dari penerima pd pengirim
Cara Memperbaiki Komunikasi Antar Budaya:
·
Belajar kebiasaan
dan budaya
·
Buka pikiran dan
hindari stereotipe
·
Hindari
kesalahpahaman
·
Gaya beradaptasi
·
Pelajari cara
menghormati
10. Stereotipe adalah
penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di
mana orang tersebut dapat dikategorikan. Stereotipe merupakan jalan
pintas pemikiran yang dilakukan secara intuitif oleh manusia untuk
menyederhanakan hal-hal yang kompleks dan membantu dalam pengambilan keputusan
secara cepat.
Stereotipe harus dihindari dalam komunikasi karena dapat
berupa prasangka positif dan juga negatif, dan kadang-kadang
dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif. Sebagian beranganggapan
bahwa segala bentuk stereotipe adalah negatif. Stereotipe jarang sekali
akurat, biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar, atau bahkan
sepenuhnya dikarang-karang.
Contoh
: Suku bangsa, etnis,
dan ras merupakan entitas yang paling sering dilekati dengan stereotipe. Di
Indonesia, etnis Batak dikenal sebagai suku yang keras dan berbicara dengan
nada tinggi. Hal yang dianggap kontradiktif dengan etnis Jawa yang
dipersepsikan sebagai suku yang halus dan lembut.
11.
Enterpreneurship adalah dorongan antusias untuk terus
berinovasi dan dengan penuh semangat mengimplementasikan ide-ide yang bertujuan
untuk keuntungan luar biasa.
Intrapreneurship adalah seseorang dalam perusahaan besar yang
bertanggung jawab langsung untuk mengubah ide menjadi produk jadi yang
menguntungkan melalui pengambilan risiko dan inovasi yang tegas. Intrapreneurship adalah proses di mana
individu mengejar peluang bisnis baru (atau dengan mendirikan intrapris) dari
dalam perusahaan yang ada, dengan sumber daya perusahaan itu
Technopreneurship adalah sebuah konsep kewirausahaan dengan
menggunakan teknologi sebagai kunci utama dalam mengolah produk dan layananya.
12.
Pemimpin adalah seorang pribadi yang
memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu
bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama
melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
Manajer adalah seorang anggota organisasi yang bertugas mengarahkan,
memadukan, mengawasi dan mengkoordinasikan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan
oleh anggota organisasi yang lain.
13.
Pemimpin yang efektif adalah yang tidak hanya
bekerja sendiri tanpa melibatkan siapapun. Melainkan mampu memanfaatkan
berbagai potensi yang mengelilinginya. Kepemimpinan efektif bukan sekedar pusat
kedudukan atau kekuatan akan tetapi merupakan interaksi aktif antar komponen
yang efektif
Karakteristik
Para Pemimpin Bisnis Yang Efektif :
·
Pengetahuan yang
relevan tentang produk, teknologi, pasar dan orang-orang
·
pikiran yang
tajam, kemampuan analitis, kapasitas untuk berpikir secara strategis dan
multi-dimensi serta penilaian bisnis yang sehat
·
Rekam jejak yang
mengesankan
·
Hubungan yang
baik dengan pemain kunci di dalam dan di luar perusahaan
·
Keterampilan dan
integritas interpersonal yang baik
·
Banyak energi
·
Sangat
termotivasi untuk memimpin dan percaya diri
14. Mitos
tentang enterpreneurship :
1.
Mitos Pengambilan Risiko: Kebanyakan wirausahawan sukses mengambil
risiko liar, yang tidak dihitung dalam memulai sebuah perusahaan.
2.
Mitos Penemuan Teknologi Tinggi: Sebagian besar pengusaha sukses memulai
perusahaan mereka dengan penemuan terobosan (biasanya bersifat teknologi).
3.
Mitos Pakar:
Sebagian besar pengusaha sukses memiliki rekam jejak yang kuat dan pengalaman
bertahun-tahun di industri mereka.
4.
Mitos Visi Strategis: Sebagian besar pengusaha sukses memiliki
rencana bisnis yang dipertimbangkan dengan baik dan telah meneliti dan mengembangkan
ide-ide mereka sebelum mengambil tindakan.
5.
Mitos Modal Ventura: Sebagian besar pengusaha sukses memulai
perusahaan mereka dengan jutaan modal usaha untuk mengembangkan ide mereka,
membeli persediaan dan mempekerjakan karyawan.
15.
16.
17. Karakteristik
Enterpreneur :
1.
Suka Bersaing
Menjadi seorang wirausahawan berarti
siap memiliki persaingan dan menjadi pesaing. Persaingan dalam dunia usaha
jangan dilihat sebagai hal yang negatif. Anggap ini sebagai motivasi untuk
membuat terobosan yang lebih baik lagi.
Contoh: Air
minum Aqua yang mampu bersaing dengan brand air kemasan lain selama bertahun-tahun.
2.
Bersikap positif
Selalu bersikap positif merupakan salah satu
karakteristik seorang wirausahawan. Memiliki sikap positif berarti senantiasa
berpikir baik dan mampu mengubah setiap hambatan menjadi peluang.
Contoh: Kolonel Sanders, pencipta resep Kentucky Fried
Chicken (KFC)
3.
Mampu menentukan resiko dan berani mengambil
resiko
Setiap wirausahawan harus
siap menghadapi segala risiko. Hidup pasti berputar seperti roda, ada kalanya
kita di atas, ada kalanya kita berada di bawah. Begitu pula dengan menjadi
pengusaha. Meskipun begitu, bukan berarti kita harus menyerah kalah. Sambil
mempersiapkan diri untuk menghadapi segala risiko, persiapkan juga perencanaan
untuk mengambil langkah selanjutnya agar kejadian yang pernah dialami tidak
terulang kembali di masa yang akan datang.
Contoh:
Michael Dell, pendiri perusahaan komputer Dell yang berhasil mengatasi risiko
penjualan produk dengan teknik direct marketing dan berhasil menjadi pengusaha
sukses saat berumur 34 tahun.
4.
Mandiri dan percaya diri
memiliki sikap percaya diri merupakan karakteristik yang
harus dimiliki seorang wirausahawan. Sikap ini dapat membantu seseorang
mengambil keputusan dan menentukan setiap inovasi yang diambil demi memajukan
usahanya.
Contoh: Soichiro Honda, pendiri Honda ini mampu bangkit
membangun bisnisnya yang sempat hancur karena Perang Dunia Ke-2.
5.
Kreatif dan memiliki impian serta tujuan
Pengusaha
yang kreatif akan mampu melihat setiap peluang yang ada dan menjadikan peluang
tersebut sebagai kesempatan untuk berinovasi dan menciptakan peluang baru.
Contoh: George Eastment, pendiri Kodak yang membuat brand dengan
nama unik dan mudah diingat.
6.
Termotivasi oleh keinginan kuat untuk mencapai
kesuksesan
Wirausahawan
yang berkarakter pasti memiliki target dan tujuan yang pasti. Mereka juga akan
senantiasa melakukan inovasi untuk mencapai target yang diizinkan. Jika gagal,
daripada menyerah, pengusaha jenis ini akan membuatgoals baru untuk
memperbaiki kegagalan di masa lampau.
Contoh: Larry Page dan Sergey Brin, penemu situs Google
yang senantiasa berinovasi mengembangkan situsnya sehingga menjadi situs
pencari terbaik di dunia.
20. Beberapa
langkah yang perlu dilakukan dalam merumuskan strategi adalah:
·
Mengidentifikasi
lingkungan yang akan dimasuki dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai
visi yang telah dibuat.
·
Melakukan
analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan
kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh suatu organisasi
dalam menjalankan misinya.
·
Merumuskan
faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi
yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
·
Menentukan tujuan
dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan
mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
·
Memilih strategi
yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.






0 komentar:
Posting Komentar